Skip to main content

Game Level 9 - Think Creative (2)

Bismillah.


Semenjak kami pernah pergi ke Yogyakarta dan Ciamis pakai moda kereta api, Fatih jadi "tertarik" dengan suara, bentuk, dan rel kereta api. Ditambah waktu nonton Nussa di Youtube, eh gak sengaja nonton mainan kereta api dan doi keterusan sampai sekarang.

Satu waktu, Fatih nonton kereta Thomas and Friends. Jadilah dia bilang ingin kereta Thomas yang harganya buat saya sih huwow ya untuk sekelas mainan. Kami pun membuat kesepakatan, akan membeli kereta Thomas ketika Fatih hapal surat An-Naba atau saat Fatih disunat. Selama menunggu waktu itu, Fatih main kereta dari abah aja dulu, hehe.

Terinspirasi dari video-video mainan kereta Thomas, Fatih insiatif membuat replikanya dengan membuat terowongan dari lego. Didukung dengan keisengan bapaknya yang bikin terowongan dari dus bekas, jadilah Fatih meminta bantuan untuk membuat terowongan dan selanjutnya dia kreasikan sendiri bentuknya.


Alhamdulillah. Meskipun belum dibelikan kereta mainan yang diinginkan, anaknya mau memaksimalkan barang yang ada bhat dimirip-miripin, hihi.

#harike2
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.