Skip to main content

Game Level 10 - Grab Your Imagination (7)

Bismillah.

"Mama, tanamannya sakit ya?"

"Iya kaka :( Tanamannya sakit. Jadi mati deh.."

"Gara-gara pup embe ya, Mah?"

"Iya, tanamannya gak suka. Ahhh tidak! Dikasih pup embe, aku gak suka! Pup embenya bauuu~"

"Terus tanamannya bilang, 'pup embenya gak enak! Jiji! Bau bau! Tidak tidak aku jadi sakit! Aakk, mati deh. Gitu ya ma?"

"Iya, kasian ya. Jadi sekarang dicabutin deh sama mama yang matinya. Huhuhu aku sedih, sekarang aku botak. Daunnya pada jatuh, dadaaaah."


Dengan punya tanaman di rumah, Fatih mulai dikenalkan pada tanggung jawab dan ada rasa sayang terhadap ciptaan Allah. Bahwa kita harus memelihara tanaman dengan menyiraminya dan ketika pohonnya mati ada rasa sedih, kehilangan. 

Duh mamahnya gak ngedongeng panjang-panjang atau dari buku. Tapi bisanya malah roleplay jadi tanaman 😂

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.