Skip to main content

Game Level 10 - Grab Your Imagination (6)

Bismillah.


Tumben banget hari ini Fatih bangun pagi 😂 Alhasil pagi-pagi jadi makan sambil nonton TV.


Kami menonton gajah dan monyet di ANTV, gak tahu judulnya apa saking jarang banget nonton TV 😂 Kebeneran aja pas nyetel eh ada gajah, wkwkwk.

Sepanjang film, tidak ada dialog. Jadilah saya dan Fatih mengarang-ngarang apa yang terjadi dan apa yang mereka bicarakan bahkan ketika iklan.

"Monyet sama gajahnya gak bisa ngomong ya, Mah."

"Iya, kan binatang, kita gak ngerti ya mereka ngomong apa."

"Iya, tapi gajahnya bisa ngomong sama monyetnya." 

"Iya, kan sama-sama binatang. Jadi mereka ngerti deh. Tuh mereka juga bisa main-main ya kaya kaka."

"Iya, gajahnya seneeeeeng banget main sama monyetnya. Kaka juga suka main kereta api." 

"Iya, mereka juga sama ya sama kita. Sama-sama mamam, sama-sama suka main, suka ngobrol juga."

Secara visual dan pada hewan-hewan tertentu Fatih tahu kalau mereka juga makhluk hidup yang harus disayang. Tapi gak jarang juga ada beberapa hewan yang karena sayanya takut, Fatih ikut-ikutan sensi sama binatang itu. Cicak misalnya.

"Mama, cepet tutup pintunya nanti cicak masuk! Aku mau masuk! Aku mau masuk! Gitu kata cicak."

Gak apa-apa, bayangin aja dulu kaya gitu ya 😁 Seenggaknya bisa paham sesuai kadarnya saat ini, hihi.


Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.