Skip to main content

Game Level 10 - Grab Your Imagination (1)

Bismillah.


"Mah, tulis-tulis, yuk!" Ajak Fatih setiap lihat mamanya sudah bisa santai-santai setiap harinya. Berhubung papa pulangnya bakalan malem banget, jadilah kami lenyeh-lenyeh sambil menulis dan bercerita.


Kali ini saya yang menulis dan Fatih yang memberi kata juga mengeja. Perkembangan Fatih sudah terlihat, dia mulai tidak asal memberikan kata lagi dan ada konteks dari kata yang dimaksud. Seperti saat dia mengeja kupu-kupu, selesai saya tulis Fatih mulai bercerita tentang pengalamannya melihat kupu-kupu. Kami jarang memberi "dongeng" dalam artian hal-hal yang tidak nyata, jadi kebanyakan jika kami ingin menanamkan sesuatu pada Fatih, kami relate nilai tersebut dengan pengalaman Fatih. 

Yang kadang jadi racun adalah dari kartun di TV 😂 Seperti saat bercerita tentang kupu-kupu ini, Fatih reka ulang adegan film kartun di Global TV yang kelinci(?) dan takut dengan kupu-kupu sampai jatuh dan pingsan. Semuanya diikutindari gerak gering, ekspresi, hingga teriakan-teriakannya. Lalu dia saya balik tanya ke Fatih, "Fatih takut juga gak ke kupu-kupu?" Jawabannya, "Takut! Kan nanti kaya yang di TV kaka pingsan juga liat kupu-kupu." Hadeuh 😂

Disinilah tantangan bagi saya, dimana saya mencoba meluruskan persepsi itu. Karena pada kenyataannya, kalau lihat kupu-kupu Fatih suka dan malah dia yang ngejar. Tapi memori yang paling dia ingat yang dari TV itu.

"Kok kaka takut? Kan kalau kaka liat di bunga ada kupu-kupu kaka seneng ya?"
"Iya"
"Warna apa waktu itu kupu-kupunya? Kuning bukan yang di mamang bunga?"
"Bukaaan! Warnanya putih."
"Bagus ga?"
"Bagus, terbang ke bunga."
"Nah bagus kan, jadi gak usah takut. Diliat aja dari jauh, kan lucu ya terbang kemana-mana."
"Tapi nanti kaka digigit!"
"Engga, kan kupu-kupu makanannya ada di bunga. Jadi kalau ada kupu-kupu lagi di bunga jangan kaka ganggu ya? Kan kalau kaka lagi emam terus papa gangguin kaka juga gak suka."
"Oh iya kaya papa waktu kaka emam blablablablablablabla...."

Ya gitu deh, kadang biar anak mengerti kita bikin dia berempati dulu 😂 Dan salah satunya bisa lewat bercerita dengan membayangkan doi ada di posisi tersebut.

Besok ada cerita apalagi ya? 😄

#Harike1
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.