Skip to main content

Game Level 3 - Family Project (8)

Bismillah.


Setelah kemarin menjadi hari yang buruk bagi saya, hari ini lebih baik kita bahas bintang-bintang glow in the dark itu yang telah resmi di tempel di dinding kamar. Karena tempatnya mudah dijangkau Fatih, jadinya sempat dipindah-pindahkan dan yang bulan sabit malah copot belum ditempel lagi 😂.


Dengan adanya hiasan ini, Fatih jadi lebih sering menyebutkan bintang, bulan, matahari, planet, heart, dan kerja papa alias lambang petir itu. Ini salah satu bentuk penggambaran apa yang ada di buku Fatih, bahwa Allah lah yang menciptakan dan Allah yang memberi kita mata sehingga kita dapat melihat ini semua.


Kebetulan banget ya dari yang bentuknya planet, bintang, matahari, tiba-tiba ada gambar hati juga, hahaha.

Tentang penglihatan ini membawa saya dan Fatih pada percakapan hari kemarin, dimana sepulang dari makan bakso di daerah Peruri, kami melihat segerombolan kambing di dekat komplek Al-Azhar. Fatih bercerita bahwa ia melihat kambingnya sedang makan rumput. 

👦: "Terus, mbe mamam rumput. Mbe laper kaya mama, kaya papa, kaya kaka, gitu~" 
👩: "Kok kaya mama, kaya papa, kaya kaka?"
👦 : "Kan mbe juga sama laper. Kan mbe juga mau mamam. Kacian, gitu~"

Lalu Fatih juga jadi ingat, waktu Idul Adha 2 tahun yang lalu mungkin ya, dia juga kasih makan kambing. Ini ingatannya dibantu dari video yang kadang doi puter di laptop, hahaha. Katanya kakak bantu mbe mamam. Oooh jadi nyambung sama gambar di buku yang bagian "Ku lihat sekitar, adakah yang bisa kubantu?" ternyataaaa~ Tapi ya doi cuma lihat aja katanya, kan naik motor, mbenya mamam sendiri, hahaha.

Bagian ini membantu Fatih untuk peka dengan lingkungan sekitar dan sekaligus menanamkan rasa ingin membantu orang lain. Misalnya ketika saya mengangkat jemuran, Fatih itu sudah pasti bilang, "Mama kaka mau bantu!" Begitu pula jika saya akan memasak nasi atau memetik kangkung, Fatih jadi terbiasa untuk bilang, "Kaka mau bantu." Jadi ya saya mah kasih-kasih aja yang sekiranya memang mampu dia kerjakan.

Oh iya, target kemarin banyak kan ya, dan alhamdulillah masing-masing ada peningkatannya meskipun tidak semuanya diceritakan disini. Mungkin diceritainnya besok-besok, lihat sikon mana yang dominan pada hari itu, ehehe~

Semangat untuk hari esok dan selanjutnya~

#hari8
#gamelevel3 
#tantangan10hari 
#myfamilymyteam 
#kuliahbundasayang 
@institut.ibu.profesional

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.