Skip to main content

Game Level 3 - Family Project (4)

Bismillah~
Yang namanya anak usia 3 tahun, mereka masih belajar untuk mengenal emosi, mengendalikannya, bernegosiasi, dan bagaimana menerima emosi tersebut. Begitupun dengan Fatih, ketika dia mulai bisa mengekspresikan emosinya, sebisa mungkin kami membimbing Fatih untuk mengelolanya.
Dengan mulainya tantangan Bunsay ini, maka laptop di rumah pun lebih sering keluar dari tasnya. Imbasnya, Fatih jadi sering minta buka laptop buat buka Sketch Up atau buka video-video lawas doi. Kaya pagi ini, liat laptop nganggur Fatih minta izin untuk main laptop mau bikin rumah katanya.
Karena baru bangun tidur, agak susah untuk melarang Fatih. Jadilah saya coba mengalihkan ke papan tulis magnet. Gak berhasil, wkwkwk. Coba didiamkan, akhirnya Fatih merengek lihat videonya aja 10 kali, wow! Banyak! Saya pun tawar 2 video saja, eh doi nawar balik 4 video aja katanya. Oke deh, deal! Lumayan lah, screen timenya 4 video yang masing-masing 36 detik aja. Daripada dikasih Sketch Up kan, bisa berjam-jam kaya mamaknya nanti, ehehe~
Setelah menonton 4 video Fatih pun berpaling ke papan tulis magnetnya sendiri~
Melatih kesabaran dan mentaati aturan bisa diperkenalkan melalui permainan yang disukai oleh anak. Fatih sangat senang dengan puzzle, dan melalui puzzle juga Fatih belajar untuk bersabar dan hidup teratur. Dari puzzle juga ia belajar untuk tidak memaksakan jika memang sesuatu itu bukan pada tempatnya. 
Seperti saat memainkan puzzle alfabet kecil ini, Fatih mengerjakannya secara berurutan dan setiap mau menempelkan 1 huruf, doi baca ulang dari awal. Cara ini sangat membantu Fatih untuk menghafal alfabet kecil, karena sekarang Fatih sudah bisa membedakan b, d, p, q, u, n karena dibaca berulang dan tempatnya tidak mungkin tertukar. Sebetulnya sih kalau mau doi bisa aja tinggal tempel, toh sudah hapal letaknya dimana, cuma kenyataannya tetep aja kalau nempel harus berurutan. Hurufnya antri katanya, B dulu, baru C, nanti D.
Meningkatkan kecerdasan itu bisa berbarengan kok. Jadi, ayo semangat untuk jadi lebih baik lagi~

#hari4
#gamelevel3 
#tantangan10hari 
#myfamilymyteam 
#kuliahbundasayang 
@institut.ibu.profesional

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.