Skip to main content

Game Level 3 - Family Project (3)

Bismillah~

Pagi ini diawali dengan Fatih yang mengajak papanya baca buku Allah Ciptakan Tubuhku sama baca Iqra. Bangun tidur langsung ditodong akibat kemarin papanya pulang jam 11 malem dan Fatih udah tidur. Saya yang masih sibuk di dapur cuma ambil foto bentar terus lanjut ke dapur lagi.
Mengeja huruf di cover buku
Setelah papanya berangkat kerja, saya dan Fatih lanjut baca buku lagi. Disini saya ajak Fatih untuk mengenal penggunaan huruf kecil. “Wah kak ini sama kaya yang abc kecil ya? Ini apa ya?” Dan berakhir dengan Fatih mengeja huruf kecil sekaligus masih bertanya kalau bingung. Karena Fatih masih bingung antara huruf b, d, p, q, u, n, maka saya buat permainan mencari huruf. Dalam satu halaman yang ukuran hurufnya lebih besar, Fatih diminta mencari huruf-huruf tersebut dan dihitung ada berapa hurufnya. Doi semangat cari huruf apalagi kalau ternyata hurufnya banyak, “Ih mama liat ada lagi! Ini ada lagi! Ih mama banyak banget ini ada lagiiii”.

Memasuki waktu dzuhur saya coba ajak Fatih membaca do’a ruku’ dan sujud sambil dipraktekan. Meyakinkan sih, tapi realitanya pas shalat bareng Fatih tetep belum baca sesuai urutannya, hahaha. Do’a ruku sudah betul, tapi setelah 3 kali dibaca malah lanjut baca do’a sujud 3 kali. Do’a sujud sudah betul tapi dibaca gak tau deh banyak banget pokoknya sujudnya jadi lama. Akhirnya coba latihan lagi di waktu shalat selanjutnya. Do’anya sempat malah jadi do’a sujud semua, hahaha. Terakhir shalat isya bacaannya betul, tapi jumlahnya masih banyaaaaaaak banget. Gak apa-apa, udah ada kemajuan~

Oh iya, hari ini mamak kurang produktif sih. Banyak main-mainnya sama Fatih dibanding beres-beres rumah dan masak, ehehe. Tapi ternyata membuahkan hasil karena sambil main lego bisa sambil menghafal an-naba ayat 6 dan 7. Triknya adalah satu kata satu lego, jadi lumayan bisa dilakukan berulang-ulang karena Fatih bikin kereta api yang panjang. Selain itu kami juga karaokean, lagu Astagfirullah, pengingat dosa sekali memang ya~ Dengan mengulang-ulang bagian Robbi zidni...... Fatihpun hafal juga 2 kalimat setelah sebelumnya cuma bisa ngikutin bagian Astagfirullah robbal baroya, astagfirullah minal khotoya, alhamdulillah~

Semangat untuk jadi lebih baik~


#hari3
#gamelevel3 
#tantangan10hari 
#myfamilymyteam 
#kuliahbundasayang 
@institut.ibu.profesional

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.