Skip to main content

Game Level 1 - Komunikasi Produktif (1)

Prolog

Do you believe that life is a game? We live under certain circumstances, bounded by rules, to reach the highest level, and be the winner. Ada kondisi how we could survive dan juga ada aturan dalam hidup yang harus kita patuhi. Bedanya, kita cuma punya satu nyawa dan tidak bisa di save dan di load, haha. The highest levelnya mungkin saat masuk ke padang mahsyar? Dan tujuan akhirnya adalah surga? Well, it's a tough game then. 

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya ? [al-An’âm/6: 32]
Ternyata, benar bahwa kehidupan dunia itu hanya main-main saja dan kehidupan yang nyata ada di akhirat nanti. Daripada hidup diisi dengan main-main yang unfaedah, lebih baik kita main game kehidupan a la Bunda Sayang, insyaAllah bermanfaat, yuhuu~

---

Tema game level 1 adalah Komunikasi Produktif. Mengingat Fatih memasuki usia aktif berkomunikasi, cocok dong ya untuk jadi partner dalam tema ini. Apalagi tantangan bagi saya adalah Fatih yang sedang toilet training. Bagaimana agar anak mau berkomunikasi menyampaikan keinginannya untuk pup, dan saya yang harus bisa menyampaikan aturannya atau merespon ketika anak ternyata belum paham aturan tersebut. Jadi, jangan risih ya kalau kali ini kata pup akan menghiasi layar kaca Anda 😂
Permasalahan yang saya rasakan adalah saya pasang ekspresi judes tak bersuara ketika anak pup di celana dan gak mau bilang. Maka, saya ingin berbenah diri dengan fokus pada kaidah 7-38-55, intonasi, dan manajemen emosi.

Kalau mood tidak sedang baik alias lagi cape dan hilang kesadaran #halah, muka saya akan langsung berubah datar ketika anak pup di celana. Tidak senyum sama sekali, tidak ada eye contact dengan anak. Respon anak adalah memasukkan jari ke mulut sambil curi-curi pandang ke saya. Selesai cebok dan pakai celana, Fatih pasti bilang, "Atuh mama jangan marah." Artinya, he knows that he makes a mistake and I don't like it. Seringnya pula, hasil dari pembelajaran tentang manajemen emosi yang baru bisa dipraktekan sebatas diam dan tidak merespon anak. 

Hari ini hampir kena zonk setelah lihat ekspresi Fatih seperti mau pup. Kesempatan nih buat praktek 😂

Me  : "Kaka mau pup?"
Him: *Cuma geleng-geleng*

Dengan penuh curiga rasanya udah ingin no'ong celana anak dan bawa ke kamar mandi. Tapiiii, ditahaaaaan, supaya anak merasa dipercaya gitu sih ceritanya. Akhirnya saya jongkok agar sejajar dan menatap mata sang anak. Berusaha sesumringah mungkin dengan muka yang dilucu-lucuin, #tsah

Me  : "Kaka mau pup?"
Him: "Engga, Mama."
Me  : "Udah pup?" (Ini Mamahnya gak percayaan banget elaaah)
Him: "Beluuuuum."
Me  : "Oh belum. Mau pup ga?" (Masih nanya lagi dong, ckckck)
Him: "Engga, Mama. Nih Kaka duduk."

Yak, berani duduk adalah koentji dan boekti bahwa anakku gak pup.

Me  : "Kaka kalau mau pup bilang ya?"
Him: "Iya."
Me  : "Kaka kalau mau pup bilang apa?"
Him: "Mamaaaa kaka mau pup, cepet cepet, gitu."
Me  : "Terus pup harusnya dimana?"
Him: "Di kamal mandi." (Masih cadel ya belum bisa bilang R)
Me  : "Berarti kaka pupnya bener ya di kamar mandi."
Him: "Kaka cebok aja di kamal mandi."
Me  : (Syok anaknya udah berani nawar) "Eh kenapa?"
Him: "Kaka takut jatuh, nanti nanti kaka duduk, cepluk, takut jatuh kaka."
Me  : "Kan sama Mama dipegangin."
Him: "Kaka takut, mau cebok aja."
Me  : "Pup harus di kamar mandi, kan bau, jiji. Di kamar mandi ya, nanti dipegangin sama Mama."

Dan akhirnya Fatih mengiyakan sambil cerita soal pup sesuai buku pup yang dia baca. Yak, minimal, hari ini tidak ada drama maksa anak ke kamar mandi pas liat mukanya merekah tanda mau pup. Intinya, tetep berlemah lembut yaaaaa. Bahasa tubuh sebisa mungkin tetep membelai anak, mata normal tanpa melotot, dan intonasi rendah dan lembut. Kalau sampai pup di celana lagi, udah tinggal cuci aja. Percaya sajalah bahwa badai akan berlalu~ Yang penting jangan sampai ada badai, eh kita nambahin tornado segala.

Baru hari pertama nih. Semangat untuk hari selanjutnyaaa~

#hari1
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang



Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.