Skip to main content

Game Level 1 - Komunikasi Produktif (4)

Malam minggu malam yang panjang~ Karena ternyata, setelah beraktivitas seharian masih ada saja yang harus dikerjakan. Laporan tantangan harian harus mengantri untuk dikerjakan karena anak belum mau juga tidur padahal waktu sudah hampir jam 10 malam.
Setelah anak tidur, saya mulai on gadget dan mengerjakan laporan komprod day 3. Suami pun izin tidur duluan dan berpesan, "Awas aja ngerjain tugas sampe tengah malem, terus shalat subuhnya kesiangan." Ey, dapet warning  niiih.
Saat mengerjakan, Fatih terlihat seperti gelisah dan mulai aha ehe rewel nangis gak jelas. Saya pikir menangisnya karena tidak dipeluk mamanya, maka dari itu saya peluk. Saya memeluknya dengan tangan kanan dan tangan kiri lanjut mengetik di gawai. Komentar Fatih adalah, "Mama bobo. Atuh simpen hapenya." Yak I got another warning. Akhirnya saya mengalah dan menutup gawai sementara.
Tidak lama setelah itu, Fatih masih rewel dan menyilangkan kakinya seperti menahan atau kesakitan. Melihat itu saya bertanya pada Fatih, "Fatih, mau pipis?" Tidak ada jawaban, yang ada hanyah rengekan tidak jelas sambil guling kesana kesini. Saya tanya lagi, "Mau mimi ga?" Masih tidak memberi jawaban. Tantangan sekali untuk bertanya pada orang yang setengah sadar, hahaha.
Saya akhirnya bilang, "Kaka kalau mama tanya, jawab, ya. Lihat mama (memfokuskan wajah Fatih jam segini). Kaka kenapa? Mau apa?" Akhirnya Fatih menjawab, "Mau mimi." Saya pun beri Fatih minum dan menyuruhnya tidur kembali.
Setelah selesai mengerjakan tugas, saya berniat untuk tidur. Eh ternyata Fatih menangis lagi dengan posisi yang sama. Saya telisik, sepertinya anaknya pegal. "Ka, kaka pegel?" Fatih hanya menggangguk. "Oh, kaka pegel ya? Cape ya habis jalan-jalan tadi? sini mama pijitin ya." Setelah memijat hampir 15 menit, Fatih pun tertidur.
Saya pun akhirnya memutuskan untuk tidur lagi. Tidak berapa lama, Fatih menangis lagi setiap saya berhenti memijit. Rasanya lelah sekali hari itu dan ingin segera tidur, tapi akhirnya saya harus bersabar untuk terjaga sampai sekitar pukul 3 pagi.
Paginya, saya hampir kesiangan shalat subuh. Suami pun berkomentar, "Tugas aja dikerjain takut telat, eh shalat subuhnya malah kesiangan." Duh rasanya nyeeeessss sekali. Tarik napas, buang, lalu bilang, "Bukan ngerjain tugas ko, Fatihnya aja itu baru tidur jam 3 an, nangis terus semalem kakinya sakit." 
Penting sekali bagi saya untuk bisa mengendalikan emosi. Kebayang dong ya udah cape pingin tidur, eh anaknya susah tidur.
Semoga kedepannya dimudahkan dan bisa dikontrol lagi segala sesuatunya.

Ciao~

#hari4
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.