Setelah suami sembuh dari demam dan batuknya, sekarang giliran saya dan Fatih yang kompak merasa tidak enak badan. Suara Fatih mulai bindeng dan mulai muncul tanda-tanda pileknya. Saya sendiri kerepotan harus bersin-bersin dengan jeda beberapa detik saja 😷
Pagi ini, saya kasih pilihan ke suami: mau makan di kantor atau mau beli bubur? Karena saya sama Fatih mau sarapan bubur ayam, makanan orang sakit ceritanya 😂 Suami mungkin bosan waktu sakit makan bubur terus, akhirnya memilih untuk makan di kantor.
Me : "Ka, nanti mamam sama bubur ya?"
Fatih : "Gak mau, kaka ga mau bubul."
Kebiasaan saya adalah balik bertanya pada anak.
Me : "Gak mau? Mau makan sama apa atuh?"
Fatih : "Nasi aja."
Me : "Yah, nasinya kan abis."
Fatih : "Telol aja."
Me : "Kan gak ada nasinya."
Fatih berpikir sebentar, terus malah lanjut main lagi dan tidak ada kesepakatan mau sarapan bubur ayam atau tidak. Lagian setelah dipikir-pikir, bubur ayam itu pasti, bukan pilihan 🙈
Selang beberapa menit mamang bubur lewat dengan kode khasnya teng tereng teng...teng teng...teng. Saya tanya lagi Fatih dengan redaksi yang berbeda.
Me : "Ka itu ada tukang buburnya. Kaka mau tunggu di sini atau ikut beli bubur?"
Fatih : "Kaka ikut!"
Akhirnya bubur pun jadi dibeli~ Sampai di rumah, saya simpan bubur di dekat kipas.
Fatih : "Mah, bubul masih panas?"
Me : "Iya sebentar ya, dikipas dulu biar dingin, kata Nussa apa?"
Fatih : "Jangan ditiup, dikipas aja."
Terima kasih Nussa dan Rara (dan Little Giant yang memproduksi) 😄
Pelajaran bagi saya adalah, ketika kita tidak punya pilihan, maka buatlah pilihan yang akhirnya menjurus ke itu-itu juga, hahaha *catet*
Alhamdulillah sekali hari ini tidak ada drama antara ibu dan anak~ Mungkin karena anak belum pup dari kemarin, jadi kami adem ayem sampai sekarang. Sumber drama sih emang pup tuh. Main anteng, diajak tidur siang juga ayok, makan juga lahap. Sampai tadi sore diajak untuk melanjutkan hafalan, eh Fatih masih ogah-ogahan. Jurus andalan pun akhirnya dikeluarkan: Mau baca sama Mama atau sama Bis, Memeng, Jerapah? 😂
Alhamdulillah akhirnya mau juga, mudah-mudahan ke depannya semakin lancar dan semakin bagus bacaannya ya, aamiin.
Sebetulnya, kaidah mengganti perintah dengan pilihan pasti pernah dilakukan oleh setiap orang tua. Bedanya, pilihannya itu mengarahkan kemana? Misal:
1. "Mending makan sekarang atau mama ambil nih mainannya?"
2. "Makannya mau sendiri atau disuapin Mama, nak?"
Tujuannya sama-sama ingin si anak makan, tapi pilihannya memberikan hasil yang berbeda. Pilihan 1 anak akan merasa terancam dan makan dengan terpaksa. Sedangkan pilihan kedua anak sudah pasti makan, tapi ada kesukarelaan dan tidak merasa terancam kalau tidak melakukan A, akan dapat B. Yah itu mah teori sotoynya saya aja sih 🙈
Hal yang saya sadari saat ikut game seperti ini adalah kita dipaksa untuk "sadar" dalam berkomunikasi. Artinya.....kita itu memiliki pilihan dalam bertindak dan merespon sesuatu. Apakah kita bisa mengontrolnya atau malah ikut terbawa emosi sesaat? Monggo dipilih saja.
#hari2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
Sebetulnya, kaidah mengganti perintah dengan pilihan pasti pernah dilakukan oleh setiap orang tua. Bedanya, pilihannya itu mengarahkan kemana? Misal:
1. "Mending makan sekarang atau mama ambil nih mainannya?"
2. "Makannya mau sendiri atau disuapin Mama, nak?"
Tujuannya sama-sama ingin si anak makan, tapi pilihannya memberikan hasil yang berbeda. Pilihan 1 anak akan merasa terancam dan makan dengan terpaksa. Sedangkan pilihan kedua anak sudah pasti makan, tapi ada kesukarelaan dan tidak merasa terancam kalau tidak melakukan A, akan dapat B. Yah itu mah teori sotoynya saya aja sih 🙈
Hal yang saya sadari saat ikut game seperti ini adalah kita dipaksa untuk "sadar" dalam berkomunikasi. Artinya.....kita itu memiliki pilihan dalam bertindak dan merespon sesuatu. Apakah kita bisa mengontrolnya atau malah ikut terbawa emosi sesaat? Monggo dipilih saja.
#hari2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
Comments
Post a Comment