Bismillah.
Berhubung sedang banyak peralatan "perang" untuk membangun rumah, Fatih jadi lebih sering berhitung. Misalnya, berhitung jumlah pintu yang belum dan sudah terpasang, menghitung jendela, atau sekedar menghitung motor yang lewat ketika kami sedang memantau proses pembangunan.
Hari ini, Fatih senang sekali bermain meteran. Wa Jilun (sepupu sekaligus yang memborong pembangunan rumah) menemani Fatih bermain dengan meteran.
Fatih asyik mengukur sesuatu. Wa Jilun juga menyuruh Fatih menarik meteran sampai angka tertentu dan melihat adakah ukuran yang sama. Yang namanya anak-anak ya, lama-lama Fatih malah mainin meterannya. Ditarik, terus dilepas, ya gitulah, mamaknya juga dulu gitu soalnya, wlwkwk. Akhirnya diminta berhenti karena bahaya takut tersayat saat meterannya dilepas.
Sore harinya, kami pergi ke Mitra10. Mayan doong keramik sama granit lagi banyak yang diskon 😁 Sambil hitung menghitung diskonan plus jumlah keramik yang kami butuhkan, Fatih malah ikut-ikutan mau hitung pakai kalkulator di HP 😂 Doi gak ngitung, tapi copy paste harga yang tertera di display ke HP. Setelah itu, doi nebak-nebak, "Ini harganya seribu mama?" Yakale nak seribu mah udah diborong kali sama kami 😂 Jadilah Fatih mendadak belajar menyebutkan bilangan puluhan ribu. Doi senang? Jelas dooong. Setelah itu? Doi main-main lagi lari-larian di lorong sambil menghitung udah berapa putaran, ckckck.
![]() |
Yang berhubungan sama uang tuh emang selalu bikin bersemangat yaaa, wkwkwk.
Yuk kita cari matematika yang lainnya~
#hari2
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath
#matharoundus
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional


Comments
Post a Comment