Skip to main content

Game Level 5 - Pohon Literasi (3)

Bismillah.


Masih dalam suasana berantakan~ Dus buku sudah dibuka, tapi isinya belum punya tempat buat nyimpennya. Kebetulan enin sama abahnya Fatih beliin meja belajar yang satu set meja sama kursinya, jadilah meja lipat Thomas bisa dipakai untuk menyimpan buku-buku yang sekiranya mau dibaca. 

Alhamdulillah, kali ini kita punya ruangan lebih, ehehe. Maksudnya gak semuanya tumplek di satu ruangan lagi. Jadilah ada satu kamar yang bisa dipake khusus buat main Fatih. Mau berantakan mau apa juga gak akan membuat mamak harus beresin tiap hari demi kenyamanan tidur, makan, dan lain sebagainya, hihi. Bouncer Fatih yang masih awet sampai sekarang, alhamdulillah, sudah kinclong lagi, jadilah saya kepikiran untuk nempatin bouncer dekat tempat buku. Tujuannya ya biar Fatih bisa sambil santai-santai gitu bacanya, karena menurut pengalaman mamaknya, membaca itu menyenangkan apalagi kalau tempatnya pewe, hihi.


Ini masih belum semua buku dikeluarin. Takutnya malah pusing duluan liat buku numpuk. Rencana buku yang dibaca selama 10 hari ini kita coba tulis ya di gambar ini.


Atas dan bawah buku yang akan dibaca Fatih, yang tengah bagian mamanya. Papanya? Gak dimasukin ke rencana sini, hahaha. Seperti biasa, Fatih pilih-pilih buku yang ingin dibacanya, minta dibacain, terus yaudah deh gak lama-lama juga karena sayanya kudu lanjut beberes dulu besok mau ke Bandung, ehehe.

#hari3
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#PohonLiterasi
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.