Skip to main content

Game Level 5 - Pohon Literasi (10)

Bismillah.

Sungguh ku iri sekali lihat Fatih bisa duduk santai gini sambil baca buku, huhuhu.
Kebayang gak sih ini pewe banget, baca novel sambil nyender begitu~ Yak semoga mamak juga menemukan tempat yang nyaman untuk baca yaaaa~


Buku-buku yang Fatih baca memang buku yang sudah sering dibaca sedjak doeloe. Anehnya, anaknya gak pernah bosan meskipun sudah hapal isinya seperti apa. Seringkali minta dibacakan, lalu dia improvisasi bercerita sesuai dengan gambar yang dilihat. Kadang juga jadi cerita pengalamannya yang sama dengan apa yang dilihat di bukunya. Seperti saat itu lihat paprika di pasar dan penasaran pingin dibeli karena sama dengan di buku. Baca buku bagus juga untuk buat Fatih penasaran dengan apa yang dibacanya. Lalu seperti saat baca Iqra ini juga, Fatih sudah hafal hijaiyah, lalu selain dibaca dia juga mengobservasi desain buku tersebut dan mulai bercerita. 

Buku lainnya minta gantian dibaca, kadang jeda dulu main yang lain atau minum atau apapunlah. Abis itu balik lagi minta dibacain buku. Alhamdulillah, sekarang beli buku juga awet gak pernah dirusak lagi, hehe. Semoga senantiasa senang membaca dan mengambil pelajaran dari buku yang dibaca yaa~

#hari10
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#PohonLiterasi
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.