Skip to main content

The Lebayest Day

Kalau ada hari terlebay dalam hidup, mungkin ini adalah hari yang menang akan status terlebay..
Berawal dari kegalauan gara-gara ekspektasi yang berlebihan, akhirnya memutus urat syaraf malu dan membuat otak saya ini gak bisa berfikir jernih, lebay kan?
Kita sama-sama berekspektasi jarak diantara kita dapat ditempuh dalam 30 menit, atau bahkan lebih cepat.
Namun ternyata itu semua hanya khayalan indah karena nyatanya lagi-lagi jarak membatasi ruang kita.
Ruang yang mungkin dapat diisi dengan kebersamaan atau kemudahan untuk bertemu.
Tapi yang ada saat ini hanyalah ruang rindu. Oke, ini lebay lagi..

Satu hari sebelum keberangkatan, entah bisikan darimana hingga terpikir untuk memberikan bunga..mawar..putih :|
Bersamaan dengan ESA Flowers' day, sepertinya tidak ada yang salah untuk memberi bunga..

Mawar putih..
Mungkin akan terasa ganjil jika seorang perempuan memberikan bunga ke pasangannya
Nah saya justru memberi pasangan saya bunga, jadi siapa yang aneh? Yak, inilah salah satu fenomena dimana tingkat kelebayan seseorang dapat membuat keganjilan pada orang tersebut.
Saya ganjil? yah bodo amat, yang penting apa yang saya rasa saat itu dapat terealisasikan.

Kenapa mawar putih?
Kenapa coba?
Jika saya memberi warna merah,entah kenapa, esensi dari apa yang saya rasakan itu tidak tergambarkan pada mawar merah.
Terlalu seronok dan memberi kesan seperti penuh dengan sesuatu yang berlebih.
Ketika memilih warna putih, saya sempat bertanya pada sahabat saya, apakah tidak apa-apa memberikan warna putih? beruntunglah dia mendukung.
Putih, ketika membayangkannya saja, yang saya dapatkan itu adalah sebuah ketenangan.
Bukan sesuatu yang tergesa-gesa dan penuh nafsu, tapi sesuatu yang lembut dan penuh dengan kasih sayang.
Sesuatu yang tulus..

Putih..
Karena itu seperti halnya sesuatu yang suci.
Sesuatu yang memiliki ikatan yang kuat dibalik balutan warna lembut yang menyelimutinya.
Seperti kita, yang terikat meski ikatan tersebut hanya kita yang dapat rasakan, hopefully.

Ternyata kelebayan saya pada hari itu tidak cukup sampai bunga saja.
Saya juga sempat-sempatnya membuat 2 buah origami burung berwarna biru dan merah.
Kenapa?
Saya juga bingung kenapa -_______-
Mungkin, itu yang terpikir oleh saya ketika saya sibuk mengejar cita-cita saya yang ingin menjadi guru dan juga sibuk mengurusi urusan organisasi kampus yang banyak ini-itu..
Begitupun kamu..ya kamu..
Yang sedang berjuang untuk menyusun masa depan dibidang yang memang kamu tekuni sejak dulu..
Kita mungkin bergerak pada bidang yang berbeda, arah yang berlawanan, dan juga langkah kita tidak seiring sejalan..
Bagai burung yang terbang bebas kesana kemari, namun pada akhirnya kembali lagi pada sarang yang sama.
Dan kita pun pada akhirnya akan kembali pada satu tempat dimana kita akan habiskan waktu tuk bersama, Semoga..

untuk kamu, yang telah membuatku jatuh hati..

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.