Skip to main content

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah.
Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu :
1. Selalu Sadar Diri
Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedepannya lebih maksimal karena saya sadar setiap perilaku, langkah, pilihan kebijakan dan suara yang saya keluarkan itu menentukan nasib masyarakat. Dengan rasa kesadaran dan tanggungjawab tentu dapat mengalahkan godaan-godaan korupsi yang melibatkan kepentingan lain yang saat ini marak terjadi. Semuanya harus dimulai dari diri sendiri untuk memulai langkah yang besar apalagi menyangkut kepentingan masyarakat luas.
2. Mengenal Daerah yang Diwakilkan
Setiap daerah tentu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda disetiap aspeknya. Dengan mengenal daerah yang diwakilkan, tentu akan memudahkan dalam penyusunan prioritas apa yang sedang benar-benar dibutuhkan oleh daerah tersebut. Penyelesaian masalah yang urgent layak untuk menjadi fokus pembahasan yang diajukan untuk ditindak lanjuti, misalnya apakah dari aspek lapangan pekerjaan yang dirasa kurang memadai, pendidikan yang kurang merata, atau faktor alam yang dapat menjadi ancaman seperti rawan longsor atau rawan banjir yang membutuhkan pencegahan dan persiapan penanggulangannya.
3. Mengembangkan Potensi Daerah
Sering potensi dari daerah termakan oleh modernisasi yang akhirnya melenyapkan potensi daerah tersebut. Pengembangan potensi daerah dapat memberikan keuntungan bagi banyak elemen, tidak hanya promosi akan daerahnya, namun juga nantinya akan mendatangkan pengembang yang siap membantu untuk memajukan daerah tersebut dengan memaksimalkan potensi yang ada. Dengan begitu, masyarakat akan ikut andil dengan adanya lapangan pekerjaan baru tanpa merusak ataupun mengurangi potensi daerah tersebut, setidaknya dalam hal ekonomi, akan memberikan dampak bagi daerah itu sendiri dan bagi masyarakat disana. Misalnya seperti pengembangan dalam sektor pariwisata ataupun kesenian dan budaya dari daerah tersebut.
4. Fokus pendidikan dan kegiatan-kegiatan untuk masyarakat
Pendidikan bagi masyarakat sangat diperlukan dimana pendidikanlah yang dapat mengangkat suatu keadaan seseorang menjadi lebih baik lagi. Subsidi silang ataupun beasiswa dapat menjadi alternatif dalam hal ini. Disisi lain, pendidikan kewirausahaan dapat ditanamkan kepada masyarakat dengan tujuan menambah lapangan pekerjaan ataupun memberikan pendidikan dari sisi skill. Sosialisasi dan penyuluhan-penyuluhan terkait kehidupan masyarakat pun perlu ditingkatkan, seperti dalam hal kebersihan sehingga daerah tersebut tanggap akan lingkungan dan mendapatkan penghargaan ataupun memberikan penyuluhan kesehatan.

Banyak hal yang akan saya lakukan jika menjadi anggota DPD RI, yang pasti apa yang saya lakukan adalah demi kebaikan dan pengembangan daerah. Komunikasi dua arah dan membuat rakyat sejahtera tujuan utama. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memegang teguh ucapannya, bukan sekedar janji.

Comments

  1. Nice post, cita-cita yang bagus.

    Jangan lupa juga, kalo jadi anggota DPR jangan 'terbelenggu' sama status yang didapat. Tetep sederhana, dengan status apapun yang diemban.

    Aku pribadi nge-fans sama presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad. Dia seorang presiden, tapi dia kadang masih suka nyapu di halaman istana, banyak orang yang ga tau kalo dia presiden. Dia juga ga pake AC di kantornya, cuma kipas angin, ga pake mobil dinas, dan cuman pake mobil yang dia beli sebelum jadi presiden dengan alasan karena banyak rakyatnya yang belum sejahtera. Masih banyak juga sisi hidupnya yang bener-bener 'ngerakyat'. Seandainya presiden dan para pejabat pemerintahan kita bisa kaya gitu juga ya.

    ReplyDelete
  2. Tulisannya bagus bangettt, jarang2 di usia gini berpikiran maju seperti dena ...

    izin nambahin satu lagi karakteristik manusia2 daerah yang akan kita pimpin jg harus benar2 siap untuk masa depan ..
    yang artinya kita harus merubah mindset mereka tentang kehidupan

    ReplyDelete
  3. Tambahkan satu lagi.

    Jika saya jadi anggota DPD dan saya melupakan apa yang saya sudah saya tulis ini. Bunuh saya.

    Adakah pejabat yang berani bilang begitu? Semua orang bisa berbicara seperti itu, tapi apakah saat dia sudah menjabat hal itu tetap diperhatikan? Tidak. Harus ada sanksi terhadap pejabat yang banyak omong di awal tapi bohong di akhir.

    ReplyDelete
  4. Sangat setuju dengan kalimat yang ini -> "Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memegang teguh ucapannya, bukan sekedar janji."

    ReplyDelete
  5. Bener tuh den, yang poin ketiga.
    Kadang2 suka ada daerah yg punya potensi luar biasa di salah satu bidang, tapi nggak maju2 gara2 pemerintahnya nggak peduli dan cuek sama potensi itu. Padahal, salah satu faktor kemajuan dan perkembangan potensi sebuah daerah kan di-support sama pemerintah juga, baik secara materi maupun non-materi.

    Semisal nih ya, sebuah daerah itu punya potensi di bidang wisata kuliner. Pemerintah bagusnya bisa ikut bantu ngembangin dengan cara, misalnya ngasih sejumlah dana buat bantu pengembangannya (beli alat-alat untuk proses makanan, biaya untuk bikin semacam tempat makannya, dll). Nah si penduduk juga dikasih penyuluhan dan semacam pelatihan tambahan gitu yang berkaitan dengan kuliner.

    Overall bagus tulisannya. You're thinking forward :D

    ReplyDelete
  6. asiiik bacaan masa depan cemerlang nih haha :P

    ReplyDelete
  7. oke den.. yang terpenting adalah konsistensi..
    kalau 10 atau 15 tahun ke depan kamu tetap bisa berpegangan sama idealisme yang sekarang..aku dukung deh kamu jadi wakil rakyat.. :)

    ReplyDelete
  8. komen : cool story sis :|

    ReplyDelete
  9. nice post, siapa sih yang gak mencita2kan pemimpin rakyat kita bicara itu DPD, punya pribadi seperti post diatas..


    Tapi itu cuman teori, saya yakin pada awalnya wakil rakyat, anggaplah skrng kita bicarakan adalah DPD, punya niat seperti post diatas saat mereka mencalonkan diri..

    ada yang telupakan dsini, hampir smua caleg ato bahkan artikel diatas hanya bilang "Saya" bukan "Kami", padahal DPD tidak dijalankan oleh seseorang, kita boleh mengumbar janji, tapi apakah janji atau program yg kita canangkan itu sama dengan yg diinginkan yg lain? yg harus kita pkirkan dsini bgaimana menyatukan dlu organisasi yg namanya DPD ini, belum lagi semua yg diputuskan di DPD tidak sewenang2 dpt langsung dilaksanakan, mengingat masih ada organisasi yg pny kewenangan diatas DPD yaitu DPR..
    mungkin ini menjadi salah satu alasan jg knp janiji2 yg diucapkan para anggota DPD tdk ditepati..

    jadi saya sebagai rakyat yg baik, sebelum berharap ke individu masing2 anggota DPD nya utk lbih baik, sya lebih berharap organisasi yabg disebut DPD ini lebih tertata dulu, semua memiliki visi dan misi yang sama, karena sebaik2nya seorang individu tp organisasi yg ia berada di dalamnya tidak baik, dia pasti akan terbawa2, ingat perubahan bukan hanya dilakukan seseorangm tapi oleh banyak orang ;)

    Jgn lupa kita jg sebagai rakyat jgn cuman menyalahkan pemimpin kita tp kita jg harus sadar apakah sudah menjalankan tugas kita sebagai rakyat yang baik :D


    Wassalam
    :ngacir:

    ReplyDelete
  10. teruslah berkarya, Dena! :)

    -harihuruhara

    ReplyDelete
  11. Sip de Cita2 yang bagus.. Karena kebanyakan saat ini orang menjadi wakil rakyat sebagai jabatan bukan sebagai pengabdian kepada negara.. Sehingga tujuannya jelas sekali menjadi Wakil rakyat untuk mencari keuntungan pribadi saja sehingga mengesampingkan kepentingan rakyatnya.. Smoga sukses dengan cita2nya n bisa Konsisten dengan tujuan utamanya..

    ReplyDelete
  12. semoga menang lomba nya yah!
    *nggk ada ide pgn komen apa, karena udah keburu2 pgn pergi dangdutan* :p

    ReplyDelete
  13. ingat rakyat aja
    dan kenali daerahnya dengan baik.

    ReplyDelete
  14. untuk poin ketiga..
    bisa pake OVOP (one village one product),
    mengembangkan daerah yang produsen bukan hanya sebatas distributor bahan yang masih mentah.. :D

    ReplyDelete
  15. Terkadang aku pun bermimpi jadi anggota DPR..
    membuat kebijakan yang riil untuk masyarakat, memajukan daerah-daerah, dan berkontribusi banyak untuk orang lain. Tapi itu semua masih hanya sebatas mimpi. Saat aku terbangun, aku sadar masih banyak yang harus dilakukan untuk membuat mimpi itu menjadi kenyataan. Karena kita tidak bisa membuat suatu perubahan besar jika hanya seorang diri. Ini pekerjaan kita semua!
    ayoo, semangat untuk Indonesia yang lebih baik~ :D

    ReplyDelete
  16. Hmmm..nice dream Dena!!
    Hope your dream come true a.s.a.p ;)

    ReplyDelete
  17. Sebelumnya saya ucapkan salut karna masih ada orang yang baik hati yang ingin memperbaiki pemerintahan... ^^
    Tapi satu hal, dengan sistem negara Demokrasi saat ini, seperti.n sulit utk mmberikan sumbangsih saran yg brilian dalam demokrasi, secara demokrasi itu sistem Thogut.
    Satu-satunya cara untk dpt mngmbalikan kpercayaan masyarakat akan kesejahteraan adalah menggantika sistem pemerintahan sperti zaman dulu, yaitu sistem KHILAFAH, sistem dengan hukum islam di dalamnya secara kaffah, maka kalau mnrut saya mnding ramai2 dulu mendukung dibentuknya hukum islam, karna bila sistem.n sdah berjlan insya Alloh terbentuk masyarakat yang adil.
    Tapi salut untuk niat baiknya dena... ^^

    ReplyDelete
  18. Mimpi yang sangat mulia :D
    Sudah saatnya yang muda membangun bangsa !

    Saya sangat setuju dengan poin 2, yaitu seorang anggota DPD harus mengenal daerah yang diwakilinya. Mengapa ? Dengan mengenal daerah yang diwakilkan, maka anggota DPD akan tahu apa yang harus mereka lakukan dalam membangun masyrakat menuju kesejahteraan.
    Namun menurut saya sebaik apapun anggota DPD mengenali daerah yang diwakilinya, tetapi yang mengesahkan kebijakan bukan orang-orang yang mengerti, maka manifestasinya adalah keterpurukan. Untuk itu diperlukan reoptimalisasi DPD sebagai lembaga pengayom masyarakat daerah menuju kesejahtreraan ^^
    Sukses untuk kita semua :D

    ReplyDelete
  19. wahh bagus banget mimpinya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.