Skip to main content

NHW - Tahap Telur - 3. Melacak Telur Merah

Pada tugas sebelumnya, terdapat lima telur hijau yang diambil dari kuadran suka dan bisa. Kali ini, keterampilan yang harus dimiliki untuk masing-masing telur adalah:

1. Menata Rumah
-Decluttering
-Manajemen waktu
-Estetika dan fungsional

2. Membersamai Anak
-Menyesuaikan tumbuh kembang anak sesuai usia
-Mengaji dan murojaah
-Mempersiapkan kemampuan yang diperlukan saat sekolah.
-Manajemen emosi

3. Mencatat Keuangan
-Konsistensi
-Manajemen keuangan

4. Pound Fit
-Manajemen waktu
-Belajar form yang benar

5. Membaca
-Manajemen waktu
-Manajemen emosi

Keterampilan tersebut jika dirunut dalam kuadran prioritas, maka:

1.Penting dan mendesak
-Manajemen waktu
-Manajemen emosi
-Mempersiapkan kemampuan yang diperlukan saat sekolah
-Manajemen keuangan
-Menyesuaikan tumbuh kembang anak sesuai usia

2. Tidak penting dan mendesak
-

3. Penting tapi tidak mendesak
-Mengaji dan murojaah
-Konsisten mencatat keuangan
-Belajar form yang benar

4. Tidak penting dan tidak mendesak
-Decluttering
-Estetika dan fungsional penataan barang

Jadi, lima telur merah yang dipilih:
Manajemen waktu
-Manajemen emosi
-Mempersiapkan kemampuan yang diperlukan saat sekolah
-Manajemen keuangan
-Menyesuaikan tumbuh kembang anak sesuai usia



Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.