Bismillah.
Ihdina shiratal mustaqim. Tunjukilah kami jalan yang lurus.
Ayat ini jadi salah satu ayat yang pasti gak kelewat dibaca setiap harinya. Tahu artinya, tapi kayanya belum begitu "menjiwai". Sebatas dibaca, tahu artinya, tapi kurang memaknai.
Mungkin, ada saat dimana saya beneran tulus membaca ayat ini, sampai Allah akhirnya mengabulkan dan selalu memberi saya petunjuk atas pilihan-pilihan hidup yang ada di hadapan saya. Begitu baiknya Allah memberikan petunjuk, tapi sayanya masih aja suka menampik petunjuk tersebut.
Pernah gak sih kaya kita tahu jawabannya, tapi kita tetep nanya? Atau kita tahu itu tuh salah, tapi tetep aja nyari pembenaran? Kita tahu yang betul itu harusnya gimana, tapi kita masih denial dan dengan berani malah melawan kebenaran tersebut?
Kalau saya, pernah. Bahkan akhir-akhir ini sering. Pas disuguhi ayat ini? Rasanya lagi-lagi saya dikasih petunjuk sama Allah. Ditegur, karena saya ada di track yang salah. Diingatkan kembali, dituntun, tinggal sayanya aja yang memilih, mau menerima atau lagi-lagi menampik dan mencari pembenaran.
Ya Allah, saat ini saya sedang terseok-seok di jalanMu. Ingin rasanya berbelok ke jalan lain, menolak apa yang telah ditetapkan olehMu, apa yang ada di luar pengetahuanku. Ya Allah, terima kasih untuk selalu memberikan petunjuk dimanapun, kapanpun. Lembutkan hati ini agar selalu ada di jalanMu.
#30DaysMIB
Comments
Post a Comment