Skip to main content

Memori(es)

Pernah gak, kita mendengar orang tua yang mengulang-ulang cerita sampai kita bosan mendengarnya?
Ada gak, cerita orang tua yang saking seringnya diceritakan, kita jadi hafal kaya gimana ceritanya?
Perhatiin gak, ekspresi dan intonasi mereka saat bercerita?

I feel that I'm them now, or I just realize that I actually have done the same for all this time, perhaps?

Lately, I dreamed about being abroad, to Germany and London. I knew it was a dream, yet it felt so d*mn real. The smell, the weather, the environment, everything. I knew it was a dream and I tried to do what I wanna do. As simply as taking a photo, but I couldn't. I knew it was a dream, then I woke up. I'm happy dreaming about it, yet I realize, it's just a dream. All the feelings are just memories of me experiencing going abroad.

Temen-temen di program ICYEP sebut hal ini dengan program sick. Kebayang gak se-excited apa ketika kita punya kenangan (whether it's good or not) dan kita menceritakan kembali kenangan itu? Apalagi kalau lawan bicara kita sefrekuensi, dalam artian mereka juga mengalami hal tersebut. We may talk for hours.

So, it could be the reason why we keep telling the same story. I've been in that moment, the memory is soooo precious that makes me wanna share, again and again.

I could feel the cold of the rain in Vancouver. I could feel the breeze in Banff. I have nothing more to say for Camrose. I feel so lucky to experience it all.

Rasanya, bercerita adalah cara terbaik untuk menghadirkan kembali memori itu di kehidupan saat ini. We may not turn back time nor redo the same thing, we are just happy or trying to release the burden by telling it. That's why, if you pay attention to whom telling the stories, they can talk nineteen to the dozen, with those sparkling eyes.

Ternyata ini yang mereka rasakan saat bercerita tentang masa mudanya dulu, tentang pengalaman pahitnya hidup, tentang hal remeh temeh yang nyatanya membekas pada ingatannya. Bukan, mereka bukan mau sombong kalau mereka pernah ngalamin itu semua. Bukan mau pamer kalau hidup di zamannya lebih menarik dari hidupmu. Mereka hanya butuh didengar untuk merasakan kembali saat-saat itu.

We may not take any part in their stories, but it's such a relief to have someone who willingly listen to it.





Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.