Skip to main content

Game Level 7 - Semua Anak Adalah Bintang (1)

Bismillah~

Judul materi kali ini tuh "Semua Anak adalah Bintang," yang dimana kalau kita liat bintang tuh bawaannya takjub, lucu, waaaah, bersinar bagus gitulah ya. Nah yang jadi pertanyaan, sudahkah kita lihat hal yang bersinar tersebut dari anak kita?

Untuk mengetahui "sumber cahaya" yang membuat anak kita bersinar terang benderang tentu adalah dengan mengobservasinya, melihat hal apa sih yang membuat mata anak kita berbinar dan pancarannya menular pada kita? #tsaaah

Berhubung selama dua bulan ini kami sekeluarga dihebohkan dengan pindahan, ngebangun rumah, pindahan lagi, ditambah mamak sedang mual-mual trimester pertama, jadilah pancaran Fatih jarang dilirik oleh saya. Padahal saat dilihat secara seksama, Fatih memiliki empati yang cukup dalam terhadap sekitar. Misalnya, saat saya mual-mual Fatih ajak dede bayi dalam perut berbicara, "Dede bayi sehat yaa, jangan muntah-muntah terus." Ya padahal mamaknya yang muntah-muntah 😂 Cuma dia paham sumber dari pingin muntahnya itu darimana. Setelah itu juga seringkali Fatih menawarkan, "Mama mau dipijit dielus-elus? Segini enak?" MasyaAllah, meskipun kadang gak bertahan lebih dari dua menit tapi berasa banget diperhatiin sama Fatih :") Apalagi kalau udah nyuruh minum obat, "Mama mau muntah? Minum obat atuh." Sambil bawain vitamin saya yang harusnya diminum 1x sehari 😆 Oh iya, doi juga yang biasanya nyuapin obat selama hamil ini, alhamdulillah :)

Untuk seusianya, bagi saya Fatih sudah belajar untuk menjadi seorang kakak. Ia tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu saya dan terlihat sangat senang jika ia bisa menyelesaikannya. "Mah, kaka hebat ya bisa pijitin mama." "Mah, kaka baik ya? Kaka suka main sama dede bayi, main cilukba." Dan lain-lain.

Terlepas dari egonya yang kadang juga masih ada aja ya, tapi kebaikannya lebih shining daripada rewelnya. Semoga sholeh selalu ya, Nak :)

#hari1
#gamelevel7
#tantangan10hari
#semuaanakadalahbintang
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.