Skip to main content

Posts

Pertimbangan

Kemarin, lewat di beranda Instagram info lowongan kerja di satu sekolah. Bukan sebagai guru, tapi sebagai tata usaha dan bagian media. Saya forward ke suami dan suami hanya menjawab, "Mangga." Lama saya membuka arsip CV yang sudah terlalu usang. Menimbang-nimbang apakah coba apply atau abaikan saja. Sampai akhirnya kejadian tadi menjadikan CV kembali menjadi sebuah draft... Hari ketiga sekolah, agenda benar-benar padat merayap. Rapat kelas Hanna, kelas Fatih, ex kelas Hanna, dan semua itu hampir tidak ada jeda. Sampailah pada sesi foto ex kelas Hanna di sebuat studio foto. Hanna itu cukup fotogenic dan anaknya memang senang difoto, punya banyak gaya. Jadinya saya gak perlu banyak kasih arahan juga Hanna bisa 
Recent posts

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Prioritas

Burn out. Istilah zaman sekarang katanya sih itu. Rasanya jadi seorang perempuan, banyak tuntutan. Kewajibannya bejibun. Kalau terjadi sesuatu, pasti kesalahan istri/ibu. Anak salah seragam, salah ibu. Kan tugas ibu untuk memantau anaknya. Pengeluaran membengkak karena sering beli makanan, salah kita lagi. Kan udah tugasnya untuk masak. Jadi, dalam satu hari dari buka mata sampai tutup mata list kerjaannya sudah menanti. Kadang, ada hal yang sebetulnya bisa dikerjakan anggota keluarga lain, tapi tetap dibebankan pada si perempuan. Kalau gak sempat dikerjakan, ya udah pasti yang disalahkan perempuan. Selalu disinggung menentukan skala prioritas, yang pada akhirnya disadari bahwa dirinya sendiri sudah tidak ada di top list priority. Untuk makan terutama makan pagi dan malam saja sering diskip karena memprioritaskan yang lain. Pun begitu, masih saja ada yang berkomentar loh kok jam segini baru makan? Kok jam segini baru mandi? Kok begini? Kok begitu? Harusnya begini dong, bukan begitu. Ko...

NHW - Tahap Telur - 5. Peta Belajar

NHW - Tahap Telur - 4. Mencari Telur Jingga

Bismillah. Dari lima poin yang ada di telur merah, saya memilih manajemen emosi sebagai fokus di telur jingga. Dari kelima Strong Why Akhir-akhir ini, saya sering merasa down, insecure,  dan beberapa kali merasa perubahan emosi yang cepat dari waktu ke waktu. Ada frustasi ketika hal tidak berjalan sesuai yang direncanakan, overthinking atas ucapan orang lain, gelisah ketika ada suatu masalah, hanya bisa diam jika ada hal yang membuat tidak nyaman, dan bingung cara menyalurkan emosi tersebut. Saya takut tidak bisa mendampingi anak-anak dan suami dengan baik jika hal tersebut terjadi terus menerus. Manajemen emosi rasanya menjadi akar yang selalu ada dan berpengaruh besar dalam empat hal di telur merah lainnya. Saya ingin bisa mengelola emosi sehingga ketika manajemen waktu saya kurang tepat bisa dihadapi dengan bijak. Saya ingin ketika membersamai anak-anak, ada di dalam emosi yang terkontrol. Semoga dengan fokus pada manajemen emosi, empat telur merah lainnya dapat berkembang lebih...